PENGGUNAAAN TIK DALAM PEMBELAJARAN QURDIS
DI MTS AL-INAYAH JERANG ILIR
Diajukan Untuk
Memenuhi Ujuan Semester (UTS)
Pada mata kuliah : TIK dalam Pembelajaran PAI
Dosen :
1. Dr. Nafan Tarihoran M.Hum / Dr. Sobri
Disusun Oleh :
MUHYIDDIN
PASCA SARJANA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
SULTAN
MAULANA HASANUDDUN BANTEN
A.
Muqaddimah
Sebagaimana Kita ketahui
bersama, bahwa
pembelajaran adalah proses pemberian pengalaman belajar kepada peserta didik.
Untuk itu, prosesnya bisa terjadi kapan saja, di mana saja, oleh siapa saja dan
dengan siapa saja. Orientasi pembelajaran pun berubah dari terfokus pada guru
menjadi terfokus pada siswa, dari satu sumber (guru sumber utama) kepada
berbasis aneka sumber.
Tujuan
peneitian ini adalah untuk menghasilkan model pembelajaran PAI berbasis TIK
yang valid dan efektif pada MTs Al-Inayah Jerang Ilir Cilegon. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan teknik analisis
berbasis TIK untuk menghasilkan model pembelajaran yang valid dan efektif.
Hasil uji coba I adalah Model PAI TIK sudah terlaksana dengan baik, tetapi
belum efektif, karena ketuntasan klasikal belum tercapai dan aktivitas siswa
belum sesuai yang diharapkan. Kemudian merevisi model sebelum dilakukan uji
coba II. Hasil uji coba II adalah Model PAI TIK sudah efektif, karena
ketuntasan klasikal telah tercapai, aktivitas siswa sudah sesuai yang
diharapkan, kemampuan guru mengelola pembelajaran sudah dalam kategori tinggi,
respon siswa terhadap pembelajaran dalam kategori positif. Berdasarkan hal
tersebut, maka diperoleh model pembelajaran PAI berbasis TIK yang valid dan
efektif.
B.Pentingnya penggunaan TIK dalam pembelajaran Materi Qur’an Hadits
Pada hakikatnya penggunaan teknologi pendidikan seperti komputer dalam
proses belajar mengajar oleh guru di dalam kelas mempunyai banyak keuntungan
apabila dibandingkan dengan metode konvensional yang banyak menyita waktu guru,
dan membuat peserta didik merasa bosan sehingga proses belajar mengajar yang
dijalankan tidak menarik akan tetapi monoton karena selalu menggunakan metode
yang sama setiap hari. Berikut ini terlihat dengan jelas keuntungan
dari penggunaan alat teknologi dalam pendidikan. Keuntungan tidak hanya
dirasakan oleh satu pihak saja dalam hal ini guru akan tetapi juga dapat
dirasakan oleh semua elemen yang terkait seperti peserta didik dan juga pihak
sekolah.
Dalam
pendidikan agama Islam pula, seperti yang diungkapkan oleh Prof. Tajul Ariffin
Noordin bahwa penggunaan teknologi canggih seperti komputer sangat penting dan
dapat mempengaruhi perkembangan pendidikan agam Islam dalam lima tahap. Pertama,penggunaan
komputer dalam PBM dapat berperanan sebagai alat bantu untuk memungkinkan
pendidikan agama Islam meluaskan skop paradigma ilmunya. Ini bermaksud untuk
mengubah tumpuan daripada skop pendidikan agama Islam kepada skop yang lebih
luas yaitu pendidikan Islam. Penggunaan teknologi canggih seperti komputer
dapat meluaskan lagi konsep dan skop pendidikan agama Islam baik di
negara-negara Islam atau negara-negara bukan Islam. Dalam kata lain tidaklah
pendidikan agama Islam hanya kekal dalam lingkungan sendiri tanpa
perkembangan yang lebih baik bagi menuju kemajuan dunia.
Kedua adalah
penggunaan teknologi canggih dapat digunakan untuk mewujudkan kesatuan
antara pendidikan agama Islam dengan pendidikan modern dan juga dengan bidang-bidang
lain seperti sains, sosial, ekonomi dan bidang-bidang profesional yang lain.
Kesepaduan ini akan memberikan sebuah pemahaman kepada kita bahwa pendidikan
agama Islam dapat dipraktekan secara nyata dalam semua aspek kehidupan dan
kemajuan. Strategi ini dapat mengukuhkan lagi bahawa Islam adalah satu cara
hidup yang sempurna.
Ketiga adalah
bagaimana kita dapat menggunakan dan mengeksploitasi secara positif segala
bentuk teknologi yang ada untuk menjadikan pendidikan agama Islam sebagai dasar
pengajian ilmu pendidikan atau dasar ilmu-ilmu. Dengan menggunakan teknologi
tinggi seperti penggunaan komputer ini kita dapat menunjukkan dengan jelas dan
cepat bahwa semua ilmu buatan manusia, pasti mempunyai akar dalam pendidikan
agama Islam. Faktor ini amat jelas untuk menjadikan Islam sebagai dasar
ilmu-ilmu. Dalam kata lain kita dapat menggunakan teknologi untuk proses
islamisasi ilmu.
Keempat kita
perlu menguasai teknologi canggih. Khususnya teknologi informasi seperti
penggunaan komputer, internet dan sebagainya untuk mewujudkan suatu rangkaian
pendidikan agama Islam sedunia. Kemudahan teknologi dapat digunakan untuk
merangka dan membina satu paradigma dan kurikulum pendidikan agama Islam yang
sama untuk negara-negara Islam. Dalam hal ini pertukaran informasi dan
program-program pendidikan agama Islam sedunia dapat dilakukan secara terpadu
dan segera, input-input yang disetujui bersama akan meluaskan gambaran tentang
skop, konsep, kurikulum dan pedagogi supaya benar-benar memenuhi kehendak
pendidikan agama Islam. Dengan strategi ini kita dapat menangani ideologi Barat
khususnya yang bertentangan dengan falsafah pendidikan Islam.
kelima ialah
bagaimana kita dapat memanfaatkan teknologi untuk membina konsep ketauhidan
ilmu-ilmu. Ini bermaksud dengan teknologi kita dapat menerangkan bahwa ilmu itu
sebenarnya bersifat kesatuan. Tahap kelima ini melengkapkan usaha kita untuk
membina peradaban Islam yang maju.
Mengingat
teknologi komputer dan teknologi komunikasi semakin mendapat perhatian dalam
dunia pendidikan masa kini, guru-guru yang mengajar mata pelajaran pendidikan
agama Islam, perlulah menyambut tantangan ini dengan menggunakan multimedia
dalam proses belajar mengajar untuk memartabatkan pendidikan agama Islam dalam
era teknologi informasi. Untuk merealisasikan harapan tersebut, guru-guru
pendidikan agama Islam mestilah siap lebih awal untuk menguasai kemahiran
menggunakan multimedia dan komputer. Karena pengajaran pendidikan agama Islam
bukan hanya melibatkan penyampaian fakta atau pengetahuan semata-mata tetapi
lebih banyak menekankan aspek amalan sebagai penghayatan kepada ilmu yang
dipelajari. Justeru itu, untuk memastikan proses belajar mengajar lebih
berkesan, guru-guru pendidikan agama Islam seharusnya memanfaatkan penggunaan
alat teknologi seperti komputer bagi merangsang pikiran peserta didik untuk
belajar dan meningkatkan pemahaman mereka.
Oleh karena itu
guru mempunyai tanggungjawab dan tugas yang menantang agar dapat
mengintegrasikan penggunaan teknologi tersebut dalam proses pengajaran dan
pembelajaran di dalam kelas. Dengan adanya teknologi multimedia dan komputer di
sekolah guru bukan hanya merasakan perubahan dalam peranannya, tetapi ia juga
belajar bagaimana caranya untuk mengajar menggunakan alat-alat teknologi baru,
pendekatan-pendekatan baru dan kemahiran baru. Karena dengan penggunaan
multimedia dan komputer dalam proses belajar mengajar khususnya PBM Pendidikan
agama Islam, dapat menciptakan proses pembelajaran yang interaktif, iaitu
adanya hubungan timbal balik antara guru dan peserta didik dan juga antara
sesama peserta didik. Proses pembelajaran interaktif yang dijalankan hendaknya
dapat mendorong semangat peserta didik untuk belajar dan munculnya inspirasi
pada peserta didik untuk memunculkan ide baru, mengembangkan inisiatif dan kreativitas.
C. Kelebihan
dan kelemahan pembelajaran berbasis TIK secara umum?
- Tersedianya fasilitas
e-moderating dimana pengajar dan siswa dapat berkomunikasi secara mudah
melalui fasilitas internet secara reguler atau kapan saja kegiatan berkomunikasi
itu dilakukan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat, dan waktu.
- Pengajar dan siswa dapat
menggunakan bahan ajar yang terstruktur dan terjadwal melalui internet.
- Siswa dapat belajar (me-review)
bahan ajar setiap saat dan dimana saja apabila diperlukan mengingat bahan
ajar tersimpan di komputer.
- Bila siswa memerlukan tambahan
informasi yang berkaitan dengan bahan yang dipelajarinya, ia dapat
melakukan akses di internet.
- Baik pengajar maupun siswa
dapat melakukan diskusi melalui internet yang dapat diikuti dengan jumlah
peserta yang banyak.
- Berubahnya peran siswa dari
yang pasif menjadi aktif.
- Relatif lebih efisien. Misalnya
bagi mereka yang tinggal jauh dari Perguruan Tinggi atau sekolah
konvensional dapat mengaksesnya.
Kelemahan :
- Kurangnya interaksi antara
pengajar dan siswa atau bahkan antara siswa itu sendiri, bisa memperlambat
terbentuknya values dalam proses belajar mengajar.
- Kecenderungan mengabaikan aspek
akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong aspek bisnis atau komersial.
- Proses belajar dan mengajarnya
cenderung ke arah pelatihan dari pada pendidikan.
- Berubahnya peran guru dari yang
semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini dituntut untuk
menguasai teknik pembelajaran dengan menggunakan ICT (Information
Communication Technology).
- Siswa yang tidak mempunyai
motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal.
- Tidak semua tempat tersedia
fasilitas internet (berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon,
dan komputer).
- Kurangnya mereka yang
mengetahui dan memiliki keterampilan soal-soal
- Kurangnya penguasaan bahasa
komputer.
D. Contoh
pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran PAI (Qurdis)
Ada beberapa
contoh pemanfaatan teknologi media pembelajaran:
- Pemanfaatan media dalam situasi
kelas (classroom setting) dalam tatanan (setting) ini media pembelajaran
dimanfaatkan untuk menunjang tercapainya tujuan tertentu dan pemanfaatanya
dipadukan dengan proses belajar mengajar dalam situasi kelas. Dalam
merencanakan pemanfaatan media itu guru harus melihat tujuan yang akan dicapai,
materi pembelajaran yang mendukung tercapainya tujuan itu, serta strategi
belajar mengajar yang sesuai untuk mencapai tujuan itu. Media pembelajaran
yang dipilih haruslah sesuai dengan ketiga hal itu, ialah materi, dan
strategi pembelajaranya.
- Pemanfaatan media di luar
situasi kelas.
Pemanfaatan
media pembelajaran diluar situasi kelas dapat dibedakan dalam dua kelompok
utama:
- Pemanfaatan secara bebas
Yang dimaksud
dengan pemanfaatan secara bebas ialah bahwa media itu digunakan tanpa dikontrol
atau diawasi. Pembuat program media mendistribusikan program media itu
dimasyarakat pemakai media baik dengan cara diperjual belikan maupun
didistribusikan secara bebas, dengan harapan media itu dapat digunakan orang
dan cukup efektif untuk mencapai tujuan tertentu.
Sebagai contoh
jenis pemanfaatan media seperti ini ialah pemanfaatan siaran radio pendidikan.
Pada saat ini banyak siaran radio atau televisi yang bersifat pendidikan.
Program-program itu disiarkan dengan maksud untuk menyampaikan pesan-pesan
pendidikan tertentu. Pemanfaatan program itu kebanyakan tidak dikontrol oleh
penyelenggara siaran. Program tersebut disiarkan dengan harapan didengarkan dan
dimanfaatkan oleh orang. Dalam hal ini penyelenggara siaran juga tidak mengatur
bagaimana program itu didengar dan dimanfaatkan.
- Pemanfaatan secara terkontrol
Yang dimaksud
pemanfaatan media secara terkontrol ialah bahwa media itu digunakan dalam suatu
rangkaian kegiatan yang diatur secara sistematik untuk mencapai tujuan
tertentu. Anggota kelompok diharapkan dapat berinteraksi baik dalam diskusi
maupun dalam bekerja sama untuk memecahkan masalah, memperdalam pemahaman, atau
menyelesaikan tugas-tugas tertentu.
Hasil belajar
mereka dievaluasi secara teratur. Untuk keperluan evaluasi ini pembuat program
media perlu menyediakan alat evaluasi tersebut.
E. Banyak
program computer (software) yang dapat dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan
mutu layanan pembelajaran PAI.
Kegunaan
aplikasi Microsoft word, excel, dan power point?
Microsoft Word
Seorang guru
yang menguasai teknologi informasi adalah guru yang dalam melaksanakan tugasnya
sebagai guru mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran,
penilaian hasil belajar, analisis hasil belajar maupun kegiatan remedial dan
enrichment telah memanfaatkan komputer secara optimal.
Perencanaan
pembelajaran yang dirancang guru mulai dari progam tahunan sampai rencana
persiapan pembelajaran dibuat dan disimpan secara digital dalam bentuk
file-file dalam program aplikasi microsoft word. Manfaat yang diperoleh guru
dari pemanfaatan aplikasi wicrosoft word dalam pembuatan perencanaan
pembelajaran sangat banyak, diantaranya. Pertama, guru dapat
memiliki back-up data yang lengkap dan setiap saat dokumen perencanaan
pembelajaran dapat direvisi dan di-up-date sesuai kebutuhan. Kedua,
guru dapat mem-print-out dokumen tersebut untuk kepentingan pembelajaran dan
supervisi dan dapat dengan seketika melakukan perbaikan dan penyempurnaan
terhadap dokumen tersebut. Hal ini sangat membantu guru dalam efisiensi waktu,
tenaga dan pikiran
Microsoft
Powerpoint
Microsoft
Powerpoint merupakan aplikasi yang disiapkan oleh Microsoft Corporation untuk
melakukan presentasi di depan publik yang terbatas. Aplikasi ini dilengkapi
dengan fitur-fitur dan menu yang lengkap sehingga sebuah presentasi dapat
dibuat semenarik dan seatraktif mungkin. Dalam prakteknya di kelas, pemanfaatan
aplikasi powerpoint membutuhkan dukungan perangkat keras (hardware) yaitu satu
unit komputer portable yaitu laptop dan in-focus yang berfungsi sebagai
wide-screen Dengan tersedianya aplikasi ini di pasaran, guru dapat memanfaatkan
aplikasi powerpoint untuk kepentingan presentasi di kelas.
Pemanfaatan
aplikasi powerpoint sebagai technology based education dan multimedia learning
secara bertahap sejatinya mulai diterapkan oleh guru dalam kegiatan
pembelajaran di kelas. Powerpoint sebagai software presentasi ternyata sangat
membantu guru dalam memancing minat dan motivasi siswa untuk belajar. Di
samping itu, suasana kelas menjadi aktif dan siswa merasa senang dengan
presentasi yang ditampilkan guru. Dengan powerpoint guru menjadi leluasa untuk
berimprovisasi merencanakan pembelajaran yang atraktif karena fasilitas yang
ada pada aplikasi powerpoint sangat lengkap untuk membuat presentasi yang tidak
membosankan. Di samping itu, guru memiliki banyak pilihan menampilkan kegiatan
pembelajaran sekreatif mungkin untuk kepentingan belajar siswa.
Microsoft Excel
Ketika komputer
belum merambah ke sekolah-sekolah, kegiatan penilaian dan analisis hasil
belajar dilakukan secara manual dan paper oriented. Kegiatan penilaian dan
analisis hasil belajar terasa begitu rumit dan menjemukan. Untuk menganalisis
siswa satu kelas saja yang berjumlah 40 siswa, tidak dapat selesai dalam satu
hari dengan menggunakan kalkulator.
Namun dengan
memanfaatkan aplikasi microsoft excel guru dapat mengolah nilai siswa dan
menganalisis tingkat kesukaran soal sekaligus dalam waktu singkat, sehingga
diperoleh data berapa siswa yang perlu pengayaan dan berapa siswa yang perlu
remedial serta soal mana saja yang termasuk kategori mudah, sedang maupun sukar
dan soal mana saja yang ditolak, perlu direvisi maupun diterima untuk dikoleksi
dan disimpan di bank soal.
F. Penutup
Hasil uji coba I adalah Model PAI TIK sudah terlaksana dengan baik,
tetapi belum efektif, karena ketuntasan klasikal belum tercapai dan aktivitas
siswa belum sesuai yang diharapkan. Kemudian merevisi model sebelum dilakukan
uji coba II. Hasil uji coba II adalah Model PAI TIK sudah efektif, karena
ketuntasan klasikal telah tercapai, aktivitas siswa sudah sesuai yang
diharapkan, kemampuan guru mengelola pembelajaran sudah dalam kategori tinggi,
respon siswa terhadap pembelajaran dalam kategori positif. Berdasarkan hal
tersebut, maka diperoleh model pembelajaran PAI berbasis TIK yang valid dan
efektif.
Demikian tulisan ini semoga bermanfaat bagi penulis khususnya Dn umumnya
bagi para pembaca. Amiin.
KETERANGAN :
TUGs kMI BUKA LINK DIBAWAH
TUGAS TIK